Beratku 16.4 kg (25 Januari 2010)


Museum yang aku kunjungi selanjutnya adalah The Railway Museum. Dari Shinjuku Eki, pindah jalur ke Saikyo Line turun di Omiya Eki, lalu sambung ke New Shuttle dan turun di Tetsudo Hakubutsukan Eki. Ada banyak kereta-kereta kuno termasuk miniatur shinkansen. Lantai satu memajang semua kereta, sedang lantai dua diperuntukan untuk foto2 beserta sejarah perkeretaapian Jepang.
Aku senang sekali, berlari ke sana kemari dan bermain dengan alat peraga yang ada di sana. Favoritku adalah kereta mini yang bila aku tekan tombolnya, dia akan melintasi terowongan dan bukit-bukit buatan.

Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Hari Sabtu kemarin papa mengajak aku ke Tokorozawa Aviation Museum. Dari Toyoda Eki, naik Chuo Line berhenti di Kokubunji lalu pindah ke Kokubunji Line menuju Higashi Murayama,lalu pindah jalur ke Seibu Shinjuku Line dan berhenti di Kokukoen Eki. Museum ini terdiri dari dua lantai. Lantai pertama memamerkan berbagai macam pesawat kuno yang digunakan Jepang pada jaman dahulu. Ada banyak alat peraga mulai dari alat yang bisa menghitung berapa banyak balon untuk membuat kita terbang, penampang sayap, dan simulator untuk menerbangkan helikopter, dll. Lantai kedua lebih kepada sejarah dan peralatan yang mereka gunakan dahulu. Di toko souvenir dijual berbagai jenis pesawat dan layang-layang. Taman di depan museum cukup luas dan banyak orang yg bermain layangan. Ada pula restoran tradisional yang letaknya agak jauh dari museum namun mempunyai taman yang indah. Sayang letak museum ini cukup jauh dari rumahku dan agak rumit karena mesti pindah banyak jalur kereta. Andai dekat, rasanya aku akan pergi ke tamannya sesering mungkin.

Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Jalan-jalan ku kali ini adalah ke Arakawa Amusement Park. Dari Ueno, kami pindah ke Keihin-Tohoku Line dan berhenti di Oji Eki, selanjutnya naik Toden Arakawa Line (ini adalah street car tertua di Jepang yang masih beroperasi sampai sekarang) dan berhenti di Arakawa Yuenchimae Eki.
Ada beberapa permainan di taman bermain yang cukup mungil ini. Ada roller coaster, bianglala, kereta mini, cangkir putar, sepeda layang, dan lain-lain. Yang paling aku suka adalah binatang seperti domba dan kambing yang bisa dipegang oleh pengunjung. Untuk menikmati setiap permainan, mama harus membeli tiket di mesin-mesin yang tersedia. Aku senang sekali melihat kereta mini yang melintas setiap beberapa saat.

-Arakawa Amusement Park & Toden Arakawa Line-
Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Mama mengajak aku menikmati winter di Tokyo. Di Tokyo tidak ada salju dan suhunya relatif lebih hangat ketimbang daerah lain seperti Hokaido. Di bulan Desember, banyak tempat perbelanjaan menghias diri dengan lampu-lampu yang membuat pemadangan di malam hari menjadi indah. Kami pergi menuju Tokyo Eki dan berjalan-jalan sepanjang Marunouchi Nakadori. Aku juga melihat ada rombongan kereta kencana yang berasal dari Imperial Palace serta bermain di taman di mana terdapat patung Kusunoki Masashige.

tokyo dengan gedung-gedungnya yang indah

-kereta kencana dekat Imperial Palace, Velotaxi, Winter Illuminations di Marunouchi Nakadori-
Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Rekreasi selanjutnya adalah ke Tama Zoo. Ini adalah kebun binatang terbesar di Jepang dan lagi-lagi letaknya tak jauh dari rumahku. Dari Hirayama Joshi-koen tempat aku tinggal, hanya pindah kereta ke Tama Monorail / Tama Dobutsukoen, di depan stasiun inilah kebun binatang ini berada.
Sebenarnya, koleksi binatangnya bisa dibilang sedikit dan tidak terlalu lengkap. Tetapi arealnya sangat luas. Aku senang bisa melihat banyak serangga di Insectarium, naik Lion Bus untuk melihat singa lebih dekat lagi, ada flaminggo yang cantik, koala, kangguru, burung2, dll. Favoritku adalah si mbekk..karena pagarnya yg rendah, aku bisa mengelus-elus bulunya yg lembut. Oya, aku juga sempat naik shuttle bus dan supirnya dengan ramah menjelaskan binatang2 di sepanjang jalan. Ada toko souvenir di dekat pintu masuk dengan koleksi yg cukup menarik.
Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Semenjak tiba di Tokyo, rekreasi pertamaku adalah mendaki Gunung Takao. Letaknya ngga jauh dari rumahku, hanya sekitar 7 stasiun. Aku, papa dan mama pergi pada waktu cuaca cerah di kala weekend. Ternyata sejak di stasiun, banyak orang sudah memadati areal rekreasi. Orang Jepang terkenal dg kecintaannya terhadap alam. Di tempat ini disediakan fasilitas cable car dan chair lift. Berhubung antrian cable car sudah sangat panjang, kami memilih untuk mengantri chair lift. Sebenarnya bisa juga berjalan kaki langsung menuju puncak, tetapi harus dengan stamina yg kuat. Gunung Takao adalah gunung pertama yg aku daki di usiaku 3,5 tahun, tingginya 599m.
Sebelum pergi, papa sudah membeli bekal bento lunch untuk kami nikmati dan juga mengantisipasi kalau tidak ada kedai makanan. Kenyataannya, banyak sekali tempat jajan di sepanjang trek mendaki. Panganan yang dijual pun beragam, ada mochi yang ditusuk seperti sate dan diberi lumuran seperti gula merah yg manis, ada es krim, burger, dll.
Setelah mendaki sekitar satu jam, kami bertiga sampai di puncak gunung. Selanjutnya adalah mencari tempat yang asik untuk menikmati santap siang di bawah rindangnya daun-daun musim gugur (momiji) yang berwarna merah kekuningan.
Posted in jepang, pelesiran, tahun ketiga | Leave a Comment »
Tepat tanggal 1 November 2009 aku sampai di bandara Narita, Tokyo. Pukul 8 pagi aku sudah menunggu papa di bandara. Udaranya lebih dingin. Papa belum datang menjemput kita. Lama sekali. Baru sampai pukul 11.30 dia muncul. Papa telat sekali. Pasti dia ketiduran. Ternyata selain ketiduran, dia juga nunggu keretanya lama sekali.
Pas pertama ketemu papa, aku panggil dia ‘kakung’. Sebulan lebih papa ninggalin aku di Jakarta. Jadi sosok laki-laki yang ada di rumah tinggal kakung. Akhirnya aku terbiasa manggil orang terdekatku ‘kakung’. Tapi gak berapa lama, aku manggil popit. Aku lagi main trolley di bandara waktu papaku datang memanggilku. Aku pertama agak lupa, diam sebentar, terus aku ingat dan aku lompat ke pelukan papa. Wah senang sekali akhirnya ketemu popit. Bisa main lagi bola lagi nih.
Setelah menghabiskan 3 tahun lebih di Singapura, aku pindah ke Tokyo. Bahasanya aneh. Bukan bahasa Inggris atau Indonesia. Huruf-hurufnyapun asing. Aku belum bisa ngomong bahasa Jepang. Tapi setelah satu bulan di Tokyo, aku udah bisa ngomong ‘kon nichi wa’, ’sumimasen’, ’arigato gozaimasu’. Ya sedikit-sedikit dulu. Nanti kalau sudah sekolah, aku pasti lebih lancar dari popit atau mama ngomong Jepangku. Ganbatte ne!
Suhu di Tokyo jauh lebih dingin dibanding Singapura. Apalagi sekarang sudah menginjak musim gugur. Daun-daun mulai mengotori jalan, namun warnanya indah, kuning atau merah. Di dekat rumahku, ada playground. Tapi tempat bermainnya agak kuno kalau dibanding Singapura. Tapi di sini ada mainan pasir, jadi aku bisa main mobil-mobilan di sana. Aku juga sempat naik gunung Takao di sini. Seru sekali naik chair lift (kursi lift) naik ke atas.
Biasanya di Singapura aku hanya naik sepeda kalau di East Coast atau di Pulau Ubin. Tapi di Tokyo, tiap hari aku naik sepeda (dibonceng maksudnya). Oiya, aku pengen sekali punya sepeda sendiri. Sepedaku yang dulu sudah dijual, jadi aku pengen punya penggantinya di sini. Kapan ya popit beliin aku sepeda … -_-
Posted in jepang | Leave a Comment »
bulan juni kemarin, aku tepat berusia tiga tahun. mama, papa, tita merci, tita ria, om verdi dan mbak desi bersama2 merayakan ulang tahunku di sedap corner, simpang bedok dekat dg rumahku. papa membelikan kue ulang tahun bertema doraemon. aku sih senang2 aja..yg penting ada lilinnya. sewaktu sampai di sana, para pelayan juga ikut menyanyikan lagu happy birthday. aku senaaangg sekali. apalagi ketika acara tiup lilin. semoga aku tumbuh menjadi anak yg shaleh, pintar, sehat dan bermanfaat bagi sesama. amien.
di usiaku sekarang aku sudah bisa berbicara dalam 2 bahasa meski masih sering campur aduk. habis di rumah, mama n papa suka berbicara dalam bahasa indonesia n jawa. di sekolah, aku diajarkan bahasa inggris dan mandarin. kadang aku juga jd bingung sendiri. tapi perlahan2 semoga aku bisa lancar berbicara.
menurut mama, aku ini suka konyol. kadang mama pura2 main tembak2an dan ketika aku kena tembak, aku lsg tiduran sambil melet2 lidah. kalau aku diganggu sama mama atau papa, aku lsg bilang. ‘dont like that please mama/papa’..n mama n papa aku suruh jawab, ‘yes sir’ haha..mama n papa bingung darimana aku ngarang2 jawaban seperti itu.
tapi ada satu kepolosanku yg bikin mama malu. aku belajar membedakan mana besar dan mana kecil. nah ketika aku bertemu orang yg menurutku besar, aku lsg bilang..’mama, look she’s big’…hwahh mama lsg bilang kalo itu ngga sopan dan melarang aku berbicara seperti itu.
sebentar lagi sekolahku di singapura berakhir. tiga tahun lebih aku berada di sini. banyak pelajaran dan kemajuan yg aku peroleh selama aku berada di sini. sampai jumpa lagi singapura
ps : ini fotoku sewaktu di sedap corner


Posted in tahun ketiga | Leave a Comment »